Lima Medali untuk MTs Al Azhar Kanigoro: Bukti Pencak Silat Mencetak Juara Berakhlak
KANIGORO – Kabar membanggakan datang dari MTs Al Azhar Kanigoro. Lima siswi madrasah ini berhasil membawa pulang lima medali dari ajang kejuaraan pencak silat: dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Capaian ini menegaskan bahwa pembinaan bela diri di madrasah berjalan serius dan konsisten.
Para Juara Kebanggaan Madrasah
Berikut daftar peraih medali dari MTs Al Azhar Kanigoro:
- Futhihatul
Karima, Juara 1 Seni Tunggal Tangan Kosong Pra Remaja Putri
- Aisyah
Assyifa Ramadhina, Juara 1 Seni Tunggal Tangan Kosong Pra Remaja Putri
- Faizatul
Muyassaroh, Juara 2 Seni Tunggal Remaja Putri
- Amanda
Difta Ramadhani, Juara 2 Tanding Kelas F Pra Remaja Putri
- Zivara
Ainul Farohah, Juara 3 Tanding Kelas D Pra Remaja Putri
Dua medali emas diraih di nomor seni tunggal tangan kosong,
nomor yang menuntut kehalusan gerak, ketepatan jurus, kekuatan tenaga, dan
penjiwaan. Medali perak dan perunggu datang dari nomor seni tunggal remaja dan
nomor tanding, yang menguji keberanian, strategi, serta kontrol emosi di arena.
Memahami Nomor yang Dipertandingkan
Pencak silat tidak hanya soal adu fisik. Dalam kejuaraan
resmi, ada beberapa kategori utama yang menuntut kemampuan berbeda.
Seni tunggal menampilkan rangkaian jurus baku yang
dibawakan seorang pesilat. Penilaian mencakup kebenaran gerakan, kemantapan,
kelenturan, dan penghayatan. Pesilat harus menguasai teknik sekaligus tampil
tenang di depan dewan juri dan penonton. Latihan untuk nomor ini bisa
berlangsung berbulan-bulan, dengan pengulangan yang membutuhkan kesabaran
tinggi.
Tanding adalah pertarungan langsung antar dua pesilat
dalam kelas berat badan tertentu. Setiap serangan dan elakan dinilai
berdasarkan aturan yang ketat. Pesilat dituntut cepat membaca situasi, menjaga
stamina, dan tetap sportif. Di nomor inilah mental juara benar-benar teruji.
Prestasi di kedua kategori ini menunjukkan para siswi MTs Al
Azhar dibina secara seimbang, baik dari sisi keindahan teknik maupun
ketangguhan bertanding.
Di Balik Medali: Disiplin dan Kerja Keras
Setiap medali lahir dari proses panjang yang jarang
terlihat. Para atlet muda ini harus membagi waktu antara belajar di kelas dan
berlatih di luar jam pelajaran. Mereka menahan lelah, mengulang gerakan yang
sama ratusan kali, dan menerima koreksi pelatih dengan lapang dada. Semua itu
dijalani di usia belia, ketika banyak teman sebaya memilih bersantai.
Dukungan lingkungan juga berperan besar. Guru, pelatih,
orang tua, dan teman-teman madrasah yang memberi semangat menjadi fondasi yang
membuat para pesilat tetap bertahan saat latihan terasa berat. Kemenangan ini
adalah hasil kerja bersama, bukan hanya milik lima siswi yang naik podium.
Pencak Silat, Tradisi, dan Pendidikan Karakter
Bagi madrasah, pencak silat memiliki makna lebih dari
sekadar cabang olahraga. Ia adalah warisan budaya bangsa yang sarat nilai:
menghormati guru dan lawan, menjaga diri tanpa menyakiti, serta mengutamakan
kerendahan hati. Seorang pesilat sejati tidak sombong atas kemampuannya, sebab
ilmu bela diri sejatinya dipelajari untuk menjaga diri dan menolong sesama.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan visi MTs Al Azhar untuk
mewujudkan manusia berbudi luhur, beriman, dan bertaqwa. Karena itu prestasi di
arena silat tidak berdiri sendiri. Ia berjalan beriringan dengan pembentukan
akhlak. Pesan penutup yang disampaikan pihak madrasah, “terus berlatih,
berprestasi dan berakhlak mulia”, merangkum semangat itu dengan tepat:
kemenangan baru bermakna jika dibarengi karakter yang baik.
Pencak silat juga melatih hal-hal yang berguna sepanjang
hidup: disiplin waktu, pengendalian diri, keberanian menghadapi tekanan, dan
kemampuan bangkit setelah kalah. Bekal seperti ini membantu siswa menghadapi
tantangan akademik maupun kehidupan di masyarakat kelak.
Rekam Jejak yang Terus Berlanjut
Medali kali ini menambah panjang daftar prestasi madrasah di
bidang bela diri. Sebelumnya, MTs Al Azhar juga telah mencatatkan juara pada
lomba Pagar Nusa, termasuk di tingkat nasional. Konsistensi tersebut
menunjukkan bahwa keberhasilan bukan kebetulan, melainkan buah dari pembinaan
yang berkelanjutan dan regenerasi atlet yang terjaga.
Kemenangan para siswi putri ini juga menjadi inspirasi
tersendiri. Mereka membuktikan bahwa perempuan muda mampu tampil tangguh,
percaya diri, dan berprestasi di bidang yang menuntut kekuatan fisik dan
mental. Bagi adik-adik kelas, capaian ini bisa menjadi pemantik semangat untuk
ikut bergabung dan menekuni ekstrakurikuler pencak silat.
Ucapan Selamat dan Harapan
Keluarga besar MTs Al Azhar Kanigoro menyampaikan selamat
dan terima kasih kepada Futhihatul Karima, Aisyah Assyifa Ramadhina, Faizatul
Muyassaroh, Amanda Difta Ramadhani, dan Zivara Ainul Farohah atas perjuangan
serta nama baik yang dibawa untuk madrasah. Apresiasi juga patut diberikan
kepada para pelatih, guru pembimbing, dan orang tua yang setia mendampingi.
Harapannya, medali ini bukan garis akhir, melainkan awal
untuk langkah yang lebih jauh. Dengan latihan yang terus terjaga, akhlak yang
terpelihara, dan dukungan semua pihak, para pesilat muda MTs Al Azhar
berpeluang meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Sekali lagi, selamat kepada para juara. Teruslah berlatih,
berprestasi, dan berakhlak mulia. 🥋🏆

